Senin, 15 Februari 2016


Kata Hati yang Tak Sampai

Di bawah rembulan yang sunyi dan sepi, lamur lamunanku seorang diri

Merenungi keadaannya ,Yang jauh dari sisi ini

Bertahun-tahun kutunggu kedatangannya, Yang tak jelas dan tak pasti kabarnya

Putus asa telah melayang di hadapan mata

Namun optimismeku masih tertanam di dalam dada

Kutunggu dan kunanti kehadirannya, Dan ia pun muncul di hadapan mata

Membuat seluruh tubuh ini bergetar,Bak gemuruh petir menggelegar

Beribu kata yang ingin terucap, Namun tak bisa terungkap

Hati ingin mengungkapkan rasa, Tapi lidah tak sanggup berkata

Kini, ia telah pergi

Meninggalkanku seorang diri

Kedatangannya bagaikan mimpi, Yang tak memberi bekas di hati

Andaikan ia kembali lagi

Kan kucoba ungkapkan perasaan ini

Sehingga tak membebani hati, Dan tak terbelenggu dalam sepi

 

 2014

 

*Tentang penulis:
Nurul Ulmi Mansur, lahir di Pinrang, Sulawesi selatan, pada 2 Mei 1997. Ia adalah alumni MAS Rahmatul Asri Maroangin, Enrekang. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.  Kini, Ia aktif berorganisasi di AL MIZAN SUKA. Silahkan  hubungi via HP: 0821-8787-9955. FB: Psidium Guajava (Nurul Ulmi Mansur)



 

Minggu, 14 Februari 2016



Ledakan Api Cinta

 

Terbakar tubuhku dalam kenangan

Merayu, berdesing tawa dan luka

Diriku lenyap untuk cinta

Membakar, menyiksaku untuk ketenangan

            Api, di wajahku bersimbah luka

            Tak ku sayang tubuhku ini

            Terdiam dalam pukau pengembara cinta

            Meledak, dalam jiwaku untuk ketenangan

Ledakan api cinta dalam hatiku

Meratap sayup dan percik di setiap senyuman

Wahai api cintaku...

Terbang dan menyerpihlah di belahan malam

Enrekang,15 januari 2016


Ledakan Api Cinta

Terbakar tubuhku dalam kenangan
Merayu, berdesing tawa dan luka
Diriku lenyap untuk cinta
Membakar, menyiksaku untuk ketenangan
            Api, di wajahku bersimbah luka
            Tak ku sayang tubuhku ini
            Terdiam dalam pukau pengembara cinta
            Meledak, dalam jiwaku untuk ketenangan
Ledakan api cinta dalam hatiku
Meratap sayup dan percik di setiap senyuman
Wahai api cintaku...
Terbang dan menyerpihlah di belahan malam
Enrekang,15 januari 2016

Senin, 18 Januari 2016

 

Lilin Leleh Luluh


Lilin dan sebuah cerita hidup
Aku menyatu dalam rentetan lilin
Merana di atas lahapan api
Bahagia di atas tiupan angin
Aku membenci lilin….
Tubuhku dibakar dalam keinginannya
Melelehkan dirinya pada kerabatku
Hawa lilin begitu panas dalam kebohongannya
Aku mencintai lilin….
Bibirku tersenyum dalam padamnya
Mengalirkan kenangan dari tubuhnya yang dibakar
Hingga kerabatku dibekukan dalam lelehannya
Karena lilinku adalah hidupku
Oh, lilin..  janganlah padam sebelum aku tiup


Yogyakarta,15 Januari 2016