Gubuk derita
Oleh: Ilham
Hunian yang terpuruk dalam kerasnya negeri
Merajut juta mata yang tak
terpandang
Mengelus rambut yang sama di atas
kursi penundukan
Sekutu pun ikut selaras dalam
pengkhianatan
Ratapan anak kecil terhadap hunian yang menundukkan Membuatnya
gigit lidah karena dibungkam kebohongan Rintihan orang tua terhadap surga yang dirindukan Membuatnya jatuh dari kursi
ketinggian
Kala itu anakku tak mampu menatap
langit
Resah jiwanya tak melihat hidup di
pembaringannya
Kala itu cucuku pun tak sanggup tuk
dilahirkan
Meredam rasa kepahitan dari warisan seorang ayahnya.
Meredam rasa kepahitan dari warisan seorang ayahnya.
Yogyakarta,22 Desember
2015
RSS Feed
Twitter
04.39
Unknown

Ketika itu engkau menatapku sejenak
BalasHapusku tengadah pada langit
mencarimu di antara mega
dan...
sperti yang engkau tahu
cinta memadukan hati kita