Senin, 18 Januari 2016

 

Lilin Leleh Luluh


Lilin dan sebuah cerita hidup
Aku menyatu dalam rentetan lilin
Merana di atas lahapan api
Bahagia di atas tiupan angin
Aku membenci lilin….
Tubuhku dibakar dalam keinginannya
Melelehkan dirinya pada kerabatku
Hawa lilin begitu panas dalam kebohongannya
Aku mencintai lilin….
Bibirku tersenyum dalam padamnya
Mengalirkan kenangan dari tubuhnya yang dibakar
Hingga kerabatku dibekukan dalam lelehannya
Karena lilinku adalah hidupku
Oh, lilin..  janganlah padam sebelum aku tiup


Yogyakarta,15 Januari 2016

0 komentar:

Posting Komentar